Selamat Datang di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara | halmaherautarakab.go.id
Publikasi
Galery Foto & Video
PHOTO
PHOTO
PHOTO
PHOTO
PHOTO
PHOTO
PHOTO
Bahas Masalah Sungai Wailamo, Bupati dan Tim Turun Lapangan
Berita Dan Informasi | Jumat, 12 Juli 2019 - 03:16 | Dibaca 242 kali

 Bahas Masalah Sungai Wailamo,

Bupati dan Tim Turun Lapangan

Bertempat di Halu Desa Tuguis Kecamatan Kao Barat (22/6), Bupati Ir Frans Manery dan Tim membahas masalah sungai Wailamo yang saat ini tersumbat hingga sering menimbulkan bencana banjir.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari hasil audiens mahasiswa GMKI, beberapa waktu lalu yang menyoroti tentang tersumbatnya sungai wailamo hingga menimbulkan bencana banjir yang berakibat kerugian bagi masyarakat Kao Barat umumnya.

Kedatangan Bupati bersama tim untuk meninjau secara langsung dan bertatap muka dengan masyarakat. Tim tersebut yaitu Sekda Fredy Tjandua, Kadis PU dan Tata Ruang Bernard th Pawatte, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Abner Manery, kadis PMD Nyoter Koenoe dan Kadis Kominfo dan Persandian Deky Tawaris

Camat Kao Barat Syahri dalam sambutannya melaporkan peserta yang hadir pada pertemuan ini terdiri dari Kades se kecamatan Kao Barat 22 Kades. Dan BPD serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari 10 desa terdampak bencana banjir sungai Wailamo. Dalam laporan tersebut camat juga mengutarakan keinginan masyarakat agar pemerintah melakukan normalisasi sungai Wailamo hingga tidak ada banjir lagi.

Pertemuan yang bertema “Tingkatkan Kepedulian dan Kesadaran Penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Lingkungan Hidup Sebagai Upaya Menghindari Bencana”. Bermaksud untuk melihat fakta di lapangan serta mencari masukan dan solusi untuk mengatasi masalah sungai Wailamo ini.

Bupati dalam arahannya menyatakan terima kasih atas gagasan anak muda yang tergabung dalam GMKI yang menyuarakan pendapatnya dengan cara intelek, beraudiens dan mengajak pemerintah turun lapangan berembuk bersama masyarakat terhadap persoalan yang dihadapi. Terima kasih kiranya cara cara ini baik untuk dilakukan dari pada berdemonstrasi, ucap bupati.

“Hari ini, kita ada di Halu. Tempat bermusyawara masyarakat adat. Saya bangga ada di sini untuk membicarakan kepentingan masyarakat. Di tempat ini sejak dulu orang tua kita mencari jalan keluar terhadap persoalan untuk kebaikan masyarakat umumnya. Sekali lagi terima kasih, sudah mengingatkan,”tandas bupati.

Lebih lanjut bupati berujar, hari ini saya membawa staf saya, dinas terkait untuk menjawab persoalan ini. Agar dapat mensingkronkan berbagai program pemerintahan untuk mengatasi masalah sungai Wailamo yang sumbatannya mencapai 4 KM. Setelah mendengarkan saran dan masukan dari peserta diperoleh kesimpulan, adanya partisipasi semua pihak untuk satu gerakan melindungi daerah aliran sungai Wailamo.

Penanggulangan masalah Wailamo dilakukan dalam 2 tahap. Yaitu jangkah pendek masyarakat dilarang membuang rakit di DAS wailamo dan itu akan dituangkan dalam Perdes. Penghijauan sepanjang DAS Wailamo. Dengan dana yang tersedia akan membuka sumbatan agar air dapat mengalir yang akan dimulai awal Juli 2019.

Sedangkan jangkah panjang sungai wailamo 2020 bersih dari sumbatan. Untuk itu pemerintah akan mengupayakan bantuan dana dari provinsi dan pusat dalam mengatasi sumbatan sungai Wailamo yang telah membentuk endapan berupa pulau di tengah sungai.

Selain masalah sungai Wailamo dalam pertemuan itu ketua GMKI Kristo Hontong juga mengungkapkan kiranya pemerintah dapat mengupayakan agar Kao Barat dapat meninkmati Telekominikasi. (Humas1)

Media Sosial
Follow us on Twitter
Become our friend on FB
Chat with us
BOOKMARK & SHARE

Alamat Kantor
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara