Selamat Datang di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara | halmaherautarakab.go.id
AIR PASANG PULUHAN RUMAH DESA BARATAKU DAN SOASIO PANTAI TERGENANG WARGA DI UNGSIKAN
Berita Dan Informasi | Senin, 20 Februari 2017 - 03:45 | Dibaca 214 kali

  Ratusan warga desa Barataku dan Desa Soasio Pante, kecamatan Galela terpaksa harus diungsikan. Minggu kemarin (12/2), sekitar pukul 18.00 waktu setempat, terjadi air pasang dengan ketinggian air mencapai 3 meter. Akibatnya beberapa rumah warga mengalami rusak parah.

   Dari peristiwa tersebut ratusan warga khususnya anak-anak dan ibu-ibu dari ke dua desa tersebut, terpaksa harus diungsikan sementara waktu di tenda-tenda pengungsian yang telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

  Meskipin lokasi pengungsian tidak terlalu jauh sekitar 200 meter dari lokasi bencana tersebut, namun warga merasa aman, karena berada di dataran tinggi.  Kepala desa Soasio Pante, Husnan Umar ketika ditemui Senin (13/2) mengatakan, terjadi air pasang karena tidak ada pemecah ombak yang dibangun, sehingga tiap saat terjadi abrasi, apalagi musim angin timur yang kencang. Serta  rumah penduduk yang tidak terlalu jauh dengan bibir pantai, yang hanya berjarak sekitar 50 meter.

  "jumlah penduduk untuk Soasio pantai berjumlah 49 Kepala Keluarga (KK), 279 jiwa. Dari kejadian ini, mengakibatkan 4 rumah warga mengalami rusak berat. Dan 232 jiwa, terpaksa harus di ungsikan ke tenda pengungsian yang di siapkan oleh pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Halmahera Utara", Ucapnya.

  Lebih lanjut dia mengatakan, kejadian ini selalu terjadi dalam setiap tahun, ketika musim angin timur. Untuk itu, kepada pemerintah daerah, dia berharap ada pembuatan pemecah ombak. Sehingga dapat menekan tingkat ancaman ombak. Dan jika pemerintah menyediakan fasilitas, warga siap direlokasikan  Selebihnya dia mengatakan saat ini, warga berharap ada bantuan sosial seperti makanan, peralatan masak, dan kelengkapan sekolah bagi anak-anak seperti buku dan lain-lain. Serta bantuan pelayanan kesehatan dan obat- obatan. Karena sebagian besar warga adalah anak-anak dan ibu-ibu. 

  Hal senada juga disampaikan kepala desa Barataku, "Haerun Dangkelu mengatakan,  lokasi tersebut perlu dibangun pemecah ombak, karena abrasi sangat tinggi.          

  Untuk jumlah penduduk di desa Barataku khsusnya pemukiman di lokasi pantai tempat kejadian air pasang, yaitu 37 Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah 137 jiwa. dari kejadian ini, nyaris menelan korban seorang ibu, dan 2 anak yang berusia 9 dan 11 tahun. Beruntung pada saat kejadian, ungkapknya,  anggota Babinsa bernama Rasali bersama warga sekitar langsungsung melakukan penyelamatan. Kondisi ke 3 korban tersebut dalam keadaan sehat.

  Namun dari air pasang ini, mengakibatkan 26 rumah warga mengalami rusak berat. Ucapnya. Lanjut Haerun mengatakan, sebenarnya sejak tahun 2013, warga sudah mengusulkan ke pemerintah daerah untuk dapat menfasilitasi satu lahan pemukiman, untuk dilakukan relokasi warga. Namun hingga sekarang ini, keinginan warga tersebut belum di penuhi oleh pemerintah daerah.(cominfo) 

Media Sosial
Follow us on Twitter
Become our friend on FB
Chat with us
BOOKMARK & SHARE

Alamat Kantor
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara