Selamat Datang di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara | halmaherautarakab.go.id
Kapal pengangkut BBM meledak seorang abk mengalami luka parah
Berita Dan Informasi | Minggu, 10 Desember 2017 - 08:27 | Dibaca 162 kali
 
 
Halut-Sabtu siang tadi (9/12) sekitar pukul 10.45 WIT, di pelabuhan kontainer desa rawajaya Tobelo, telah terjadi ledakan di sebuah Kapal, yakni KLM CAHAYA BONE. Kapal tersebut adalah kapal pengangkut BBM APMS Morotai. Dengan kapasitas muat 30 ton, dengan jumlah ABK sebanyak 3 orang, masing-masing diantaranya bernama, Agus Salim (nakhoda ), Flores Malaro (ABK), Jul (ABK) 
 
Dalam kapal tersebut terdapat muatan BBM berjenis Pertalite sebanyak 5KL dan minyak tanah sebanyak 5KL. Berdasarkan data yang dihimpun dari satuan polres Halut di ketahui kronologi kejadian yakni,  sekitar pukul 10.45WIT
 
kapal tersebut sementara berlabuh/sandar di dermaga kontainer
desa Rawajaya atas seijin pihak Syahbandar Tobelo untuk melakukan Bunker lanjutan, sementara masih menunggu kedatangan mobil tangki pertamina, seorang ABK yang bernama Flores Maloro yang pada saat itu hanya sendirian di atas kapal tengah memperbaiki ACCU/AKI. Tak disangkanya, tiba-tiba terjadi percikan api yg mengakibatkan terjadi ledakan dan kebakaran kapal. Flores Maloro pun mengalami luka bakar, dan harus dirawat ke rumah sakit. 
 
Pada saat terbakar, sebagian Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan kontainer Tobelo,  langsung mendekati TKP untuk membantu memadamkan api dan menyelamatkan korban bakar untuk dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. 
 
Sesuai informasi lanjut dari pihak Humas polres Halut kepada awak media ini melalui via Group Whats App, Kapal Cahaya Bone diketahui milik Nuku Hamid yang beralamat desa Gura, kecamatan Tobelo. Kapal milik Nuku tersebut dilihat dari kondisi kapal, tersebut sudah tua dan tidak layak untuk berlayar. Namun herannya masih saja diberikan surat perintah berlayar oleh (SPB) oleh pihak UPP KLAS II TOBELO / Syabandar. 
 
Hal ini dinilai pihak Syahbandar lalai, terutama dari pihak administator pelabuhan. Pasalnya, aturan yang berlaku sekarang, harusnya yang bisa muat BBM itu hanya kapal Tankker (MT) atau kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang punya hak ijin dari pertamina pusat wilayah timur, yang tentu memenuhi standar Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). 
 
Hingga berita ini dimuat,  belum mendapat alasan pasti dari kepala Syahbandar Tobelo, karena sedang berada diluar daerah. (diskominfo)
Media Sosial
Follow us on Twitter
Become our friend on FB
Chat with us
BOOKMARK & SHARE

Alamat Kantor
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara