Selamat Datang di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara | halmaherautarakab.go.id
Dinkes Halut Bersama Kemenkes RI Sosialisasi Pencegahan Penyakit Kusta dan Frambusia
Berita Dan Informasi | Rabu, 06 Desember 2017 - 15:49 | Dibaca 28 kali

 

Halut– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), melaksanakan kegiatan advokasi dan sosialisasi tentang penanganan intensifikasi kasus penyakit Kusta dan Frambusia, bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Dinkes Provinsi Malut. Bertempat di ruang rapat Bupati Kantor Bupati Halut, Rabu (6/12/2017).
 
Sekretaris Daerah Fredy Djandua dalam sambutanya, mengatakan, pemkab sangat mendukung, serta memberikan apresiasi atas pelaksanaan advokasi dan sosialisasi intensifikasi ini, sebagai wujud kepedulian Pemerintah Pusat (PP) dan pemkab Halut dalam menciptakan masyarakat yang sehat.
 
“Masyarakat Kabupaten Halmahera Utara sangat membutuhkan akses kesehatan, maka kami sebagai pemerintah pemkab sangat mendukung kegiatan advokasi dan sosialisai intensifikasi penaganan penyalit kusta dan Frambusia,” ungkapnya.
 
Lanjut Fredy, dampak yang akan ditimbulkan penyakit kusta dan frambusia sangat luas, terutama pada status sosial dan ekonomi. Karena dapat menyebabkan kecatatan selamanya, Sehingga berdampak pada, menurunya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Penyakit kusta dan frambusia sebagian besar disebabkan karena kurang cepatnya respon masyarakat, terhadap potensi kemunculan penyakit kusta di lingkungan mereka.
 
“Untuk itu, agar penyakit ini tidak menjadi masalah bagi masyarakat, kususnya yang ada di Halut  Marilah kita sama-sama mengkampanyekan ,mendukung dan mencegah penyakit ini agar Dinkes Halmahera Utara dan Kemenkes Ri dapat dengan mudah menditeksi pasien yang masih terkena penyakit kusta dan frambusia,” harapnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Halmahera Utara Johana Aipipideli
 menjelaskan, kegiatan  advokasi dan sosialisasi intensifikasi penemuan kusta dan frambusia akan  berlangsung selama dua hari. 
 
Menurutnya Halmahera Utara merupakan salah satu kabupaten,  yg mendapat penanganan penderita kusta dan frambusia. Sehinga intensifikasi ini akan dilakasanakan selama 2 hari dan ini sudah ada kesepakatan dengan Kemenkes RI,” tuturnya
 
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini  dr. Teky Budiono Konsultan Kusta Nasional Kemendinkes RI dan dr. Andi Sakurawati dari Dinkes Provinsi Maluku Utara. 
dr. Teky ketika di temui disela sela kegiatan mengatakan, kusta dan frambusia adalah penyakit yang sudah lama sampai saat inipun belum tuntas penanganannya untuk itu lewat kegiatan ini, para peserta dapat membantu mensosialisasikan.
 
Selain itu juga butuh bantuan  lintas sektoral agar bersama Dinas Kesehatan memerangi panyakit ini. 
 
Menurut ia, Kemenkes RI saat ini gencar melakukan penanganan penyakit kusta dan frambusia sebagai bentuk soasialisasi yang di gelar di beberapa daerah yang di anggap butuh penangan intenssif salasatu diantaranya Halmahera Utara. 
Teky menambahkan, penderita penyakit kusta dan frambusia tidak perlu malu atau menutup diri segara datang ke puskesmas terdekat agar bisa di obati secara gratis.
 
Kepala bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P)Dinkws Kab.Halut Selpianus H Kaya, AMK dalam penyempaian materinya juga mengatakan, hampir seluruh daerah terindikasi penyakit kusta  dari data yang diperoleh sebanyak 19 (orang) tersebar di 7 Desa di 5 kecamatan di Halmahera Utara.
 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Yaitu para Kepala Dinas,Camat serta Kepala Puskesmas se Kabupaten Halmahera Utara. (Diskominfo)
 
 
 
 
Media Sosial
Follow us on Twitter
Become our friend on FB
Chat with us
BOOKMARK & SHARE

Alamat Kantor
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara