Selamat Datang di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara | halmaherautarakab.go.id
Dinkes Halut Gencar Sosialisasi Pencegahan Dini Difteri Dan Pemberian Vaksin DTP
Berita Dan Informasi | Jumat, 19 Januari 2018 - 07:08 | Dibaca 151 kali
 
Berdasarkan data dari Kementrian Republik Indonesia, peta penyebaran penyakit Difteri sampai bulan November 2017 kemarin, wabah penyakit difteri sudah menyebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Dari catatan yang ada, grafik distribusi difteri di Indonesia sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 terdapat kenaikan kasus difteri secara signifikan dari 593 kasus pada tahun 2017, 32 diantaranya meninggal dunia. Dengan demikian kementrian kesehatan menetapkan kasus difteri sebagai kejadian luar biasa.
Kaitan dengan itu dinas kesehatan kabupaten Halmahera Utara saat ini tengah melakukan sosialisasi tingkat kecamatan hingga desa melalui rumah-rumah ibadah, dan sekolah-sekolah serta sosialisai melalui media massa tentang
penularan difteri yang bisa terjadi dari bersin dan batuk dari penderita yang terinfeksi bakteri Corynebacterium Diphtheriae. Serta gejalanya seperti, terjadi penyumbatan saluran nafas, pembengkakan jaringan lunak leher, demam tinggi, dan muncul selaput di tenggorokan berwarna putih keabu-abuan. Dengan komplikasinya yaitu gagal nafas, sakit kulit, infeksi jantung dan gagal ginjal.
Disamping melakukan sosialisasi, vaksinisasi Difteri Tetanus Pertusis (DTP) kepada masyarakat juga sementara dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten Halmahera Utara dengan melakukan imunisasi terhadap anak mulai dari usia 1 tahun sampai 19 tahun, dan selanjutnya. Namun untuk sementara ini vaksinisasi dilakukan di kecamatan Tobelo, yang diawali dari desa Gosoma dan seterusnya. Ucap kepala dinas kesehatan kabupaten Halmahera Utara, H. Muhammad Tapitapi, SKM. Kamis kemarin (18/1) di ruang kerjanya.
Lebih lanjut dijelaskannya, kenapa vaksinisasi di mulai dari desa Gosoma, karena saat ini ada satu warga desa gosoma, anak usia 6 tahun yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Tobelo, yang diduga terinfeksi difteri jika dilihat dari gejala yang sementara dialaminya. Kaitan dengan itu, pihaknya telah mengambil sample darah dan sudah kirim ke Surabaya untuk diperiksa dalam laboratorium apakah positif terinfeksi difteri atau bukan. "Sample darah sudah kami ambil, dan sudah kirim ke Surabaya, untuk diperiksa dalam laboraturium. Jadi tinggal menunggu hasil labnya positif terinfeksi difteri atau tidak", ucapnya

Selebihnya dia mengatakan, meskipun masih menunggu hasil lab, namun saat ini pihaknya sudah melakukan pencegahan difteri dengan memvaksinisasi kepada seluruh anggota keluarga pasien, bahkan sampai kepada tetangga sekitarnya, yang diawali dari tetangga terdekat hingga tetangga sekitar dengan jarak kurang lebih 30 meter dari rumah pasien. Hal ini untuk memblok penyebaran bakteri difteri agar tidak meluas terhadap masyarakat sekitarnya. Selanjutnya, vaksinisasi untuk usia 1 sampai 19 tahun dilakukan di sekolah, artinya tim kesehatan akan turun langsung ke sekolah-sekolah, SD, SMP dan SMA untuk memvaksinisasi semua siswa dan guru. Disamping itu kepada masyarakat, anak dan orang dewasa yang belum divaksin, segera melaporkan diri ke dinkes, atau ke puskesmas terdekat, untuk mendapat pelayanan. Vakisinisasi tidak hanya anak-anak, orang tua juga perlu mendapat pelayanan vaksin. Karena bakteri difteri tidak hanya menyerang pada anak, tapi juga kepada orang dewasa/tua. Untuk itu semua masyarakat harus divaksin, jelas kepala dinas kesehatan yang akrab disapah dengan panggilan bang Memed. Diskominfo

Media Sosial
Follow us on Twitter
Become our friend on FB
Chat with us
BOOKMARK & SHARE

Alamat Kantor
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara